Model dan Ragam Soal Psikotes atau tes Psikologi

Model dan Ragam Soal Psikotes atau tes PsikologiModel dan Ragam Soal Psikotes atau tes Psikologi, Defini Psikotes merupakan suatu pemeriksaan psikologi, dengan alat-alat ukur tertentu (dalam bentuk soal-soal tes) yang diciptakan oleh para pakar psikologi, untuk membedakan perilaku seseorang dengan orang lain, salah satunya dengan soal psikotes.

Psikotes atau pemeriksaan psikologis tersebut merupakan“Potretan” karakter seseorang, antara lain terdiri atas keadaan emosional, hubungannya dengan orang lain, motivasi, bakat, dan sikapnya dalam menghadapi sesuatu hal. Hal-hal tersebut disebut dengan dimensi psikologis.

Model dan Ragam Soal Psikotes atau tes Psikologi

Misalnya, Anton melamar menjadi seorang wartawan di suatu media. Profesi ini menuntut seseorang untuk memiliki kemampuan penelitian, kecermatan, kreativitas, ketekunan, dan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pemeriksaan psikologisnya, Anton akan diuji apakah ia memiliki sifat-sifat tersebut. Bila ya, tentu ia akan diterima. Namun bila tidak, mungkin ia harus mencari pekerjaan di bidang lain.

Psikotes sering dianggap sebagai kendala oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan. Pasalnya, banyak yang menganggap psikotes sebagai hambatan yang bisa menjatuhkan mereka saat mengikuti proses penerimaan calon karyawan. Pendapat itu tentu saja keliru.

Perlu anda ketahui dalam menghadapi soal-soal psikotes diperlukan ketenangan jiwa dan ketenangan berpikir. Tanpa kedua hal tersebut anda tidak akan bisa menghadapi soal soal psikotes apapun bentuk soal psikotes tersebut. Continue reading

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Soal Psikotest atau Tes Psikotes

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Soal Psikotest atau Tes PsikotesTes psikologi atau yang lebih dikenal dengan psikotes merupakan salah satu produk ilmu psikologi yang banyak digunakan saat ini. Namun produk ini tidak seluruhnya dipahami oleh masyarakat dengan tepat. Berikut beberapa pernyataan yang merupakan mitos psikotes:

1. Saya gagal saat psikotes

Tes psikologi adalah tes yang dilakukan untuk mengenal diri individu secara cepat dan tepat. Oleh karena itu tes psikologi bukanlah penyebab gagalnya seseorang untuk lolos seleksi. Adapun pernyataan kegagalan yang menjadi mitos psikotes adalah ketidak-sesuaian intelegensi dan/atau kepribadian individu dengan tugas yang akan dijalani di tempat baru.

Pemilihan kesesuaian antara tugas dengan kepribadian yang dilakukan oleh psikolog/ assesor-pun tidak harus individu dengan skor kepribadian yang ‘paling tinggi’ namun yang dipilih adalah individu dengan kepribadian paling sesuai antara beban tugas yang akan diterima dengan gambaran kepribadiannya.

2. Psikotes saya jelek

Psikotes adalah gambaran mental individu, oleh karena itu tidak ada hasil psikotes yang jelek. Ungkapan ‘Psikotes saya jelek’ hanya dapat diberikan pada pelaksanan psikotes yang tidak menjalankan prosedur psikotes dengan benar dan baik. Kalaupun hasil psikotes dianggap jelek, hal ini akan merujuk pada kondisi diri sendiri bahwa pernyataan tersebut menjadi ejekan kepada diri sendiri.

Karena semua manusia diciptakan sempurna dengan potensi dan kekurangannya masing-masing maka ungkapan ‘hasil psikotes saya jelek’ tidak pantas dikeluarkan karena menunjukkan bahwa kita tidak mensyukuri kelebihan serta tidak mau menerima kekurangan diri sendiri. Continue reading